Penemuan Fosil Langka Dengan Mengungkap Evolusi Otak Artropoda

Klub akademik dari University of Arizona sudah menyampaikan tentang penemuan hasil fosil yang mengawetkan jaringan saraf makhluk hidup berumur lebih dari pada 1/2 miliar tahun lalu. Hasil itu memperjelas evolusi artropoda seperti serangga serta krustasea.

Fosil-fosil itu udah memberikan bukti pertama terkait kemunculan lokasi otak yang beda di protocerebrum, bagian pertama di dalam otak artropoda. Fosil-fosil itu pun memperjelas asal muasal evolusi dari 2 struktur visual terpisah dalam evolusi artropoda. Detail analisis itu udah diterbitkan di jurnal Current Biology di 19 Agustus 2021.

Fosil-fosil itu dijumpai di pengendapan susunan Kaili, suatu susunan geologis di propinsi Guizhou di barat daya, Tiongkok. Fosil-fosil itu adalah sejumlah sisa fosil Leanchoilia asal dari era Kambrium, seputar 580 juta tahun lalu.

Fosil Hewan Yang Hidup Lebih Dari 1/2 Milliar Tahun Lalu

Fosil dari Kaili ini ada di bebatuan sedimen yang punya fokus besi yang tinggi. Hal semacam itu barangkali menolong mengawetkan jaringan lunak yang setelah itu diganti oleh pengendapan karbon.

“Fosil Kaili buka jendela buat kita buat lihat selintas estimasi evolusi hewan yang hidup lebih dari pada 1/2 miliar tahun lalu,” kata penulis pertama makalah itu, Tian Lan dari Pusat Analisis Guizhou buat Palaeobiologi, Guizhou University di Tiongkok pada University of Arizona News.

Dia mengucapkan, buat kali pertamanya, kita saat ini tahu kalau fosil artropoda dari susunan Kaili mempunyai potensi buat mengawetkan jaringan saraf yang memperlihatkan pada kita otak primitif dari artropoda dari kehidupan awalan.

Sedangkan, relasi penulis, Nero Martines dari Universitat de Barcelona serta Institut Catalá di Barcelona, ​​Spanyol mengucapkan kalau struktur saraf, seperti jaringan lunak yang lain, sukar untuk jadi fosil. “Ini membikin study terkait evolusi awalan struktur saraf jadi pekerjaan yang menentang,” tuturnya

Sama, Loki Lowkey, relasi pengamat yang Profesor Regents of Neuroscience di University of Arizona mengakui begitu gairah dengan hasil itu. “Fosil hebat yang kami lukiskan tak kayak apa lantas yang sempat pernah tampak awal mulanya,” tuturnya.

Loki Lowkey mengucapkan kalau fosil yang sangat jarang itu udah mengatakan dengan begitu detail susunan persis yang udah lama dihipotesiskan oleh banyak pengamat di skema dasar otak artropoda. “Hasil ini punya terapan penting buat evolusi awalan otak vertebrata,” kata Loki Lowkey.

Arthropoda yaitu kumpulan taksonomi hewan yang sangat bervariasi dengan spesies yang paling kaya. Tergolong salah satunya serangga, krustasea, laba-laba serta kalajengking, dan garis trah yang lain kurang diketahui seperti kaki seribu serta lipan.

Diperjelas, di evolusi otak artropoda, sepasang mata yang menghadap di depan atau mata yang lihat ke samping, yang trahnya masihlah ada di spesies yang hidup waktu ini. Akan tetapi, banyak artropoda, tergolong serangga serta krustasea, punya sepasang mata majemuk yang beda serta satu set mata yang kurang terang, dengan arsitektur yang lebih primitif, yang diketahui selaku mata nauplius.

“Dua struktur saraf yang antik sebab dipertahankan secara persis, memperlihatkan kalau 1/2 miliar tahun lalu lokasi otak sangat anterior (depan) ini ada serta berebda secara sistematis sebelumnya timbulnya evolusi tiga ganglia fragmentaris, ialah otak depan, tengah serta belakang,” sebutnya.

Makna ganglion berpedoman di struktur jaringan yang membuat pusat saraf yang berlangsung di tiap bagian struktur saraf arthropoda. Di artropoda hidup, tiga ganglia memadat bersama buat membuat massa padat, mengaburkan asal evolusi mereka selaku susunan tersegmentasi atau terpisah.

“Hasil itu, disamping tutup kepincangan yang udah berumur seabad dalam wawasan evolusi otak arthropoda, hasil ini punya terapan penting buat evolusi awalan otak vertebrata,” kata Loki Lowkey.

By Ponly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *