Penemuan Fosil Homo Floresiensis Menghebohkan Dunia

Penemuan fosil Homo Floresiensis diterbitkan pada tahun 2004. Pemberitaan itu cepat menjadi buah bibir di forum peneliti sedunia. Hasil analisa paduan beberapa pengamat Indonesia serta Australia itu memberinya peristiwa baru terkait perjalanan evolusi manusia di masa waktu 18.000 sampai 30.000 tahun lampau. Hasil fosil Homo Floresiensis pun dikira memberinya titik jelas dalam analisis terkait asal muasal manusia.

Namun itulah peristiwa yang terjadi di tahun 2004, sewaktu banyaknya arkeolog yang menemukan beberapa fosil masih terpelihara di gua Lubang Bua, Pulau Flores, Indonesia. Ukuran spesies manusia anyar yang kecil ini, Homo floresiensis, membuat disebut “Hobbit.”

Yang mengagetkan, banyak pengamat yakin kalau spesies ini bertahan sampai akhir Era Es paling akhir, seputar 18.000 tahun lalu – semakin lama dari Neanderthal, makin lama dari spesies manusia selain kita.

Tidak butuh waktu lama untuk rangka Hobbit ini memperoleh kritikan tajam dari banyak antropolog serta pakar biologi evolusi. Hobbit yang malang itu dikira bukanlah contoh dari spesies manusia anyar yang kecil, namun Homo sapiens yang abnormal, yang merasakan bermacam perkembangan serta situasi hormonal. Hobbit, buat banyak akademikus, tak punya tempat dalam luasnya catatan evolusi manusia.

Berdasar pada catatan Chris Jco serta rekan-rekan dalam Histori Indonesia (2014:28), Homo Floresiensis adalah Situs Judi Slot Terbaik Dan Terpercaya No 1 2021 oleh sejumlah pengamat dapat tunjukkan jejak tapak histori asal muasal kehidupan manusia kekinian di Indonesia. Akan tetapi, analisis itu belum memperoleh jawaban jelas ingat Homo Floresiensis mempunyai ukuran lebih kecil dari manusia kekinian, ialah dengan tinggi cuma seputar 1 mtr.. Sebab mempunyai tubuh pendek, Homo Floresiensis memperoleh nama tenar Hobbit dari Lubang Bua. Dalam Modul Histori terbitan Kemdikbud (2020: 13-14) diperjelas kalau sampai waktu ini masihlah ada diskusi di golongan pakar tentang kapan sesungguhnya Homo Floresiensis berkembang. Sejumlah akademikus yakin Homo Floresiensis yaitu bentuk evolusi dari Pithecanthropus Erectus. Akan tetapi, sejumlah pakar yang lain mengira ke-2 nya hidup bersebelahan di era yang serupa. Diluar itu, ada pendapat yang memperjelas kalau Homo Floresiensis hidup satu era dengan Homo Sapiens, makhluk purba yang dipercayai jadi cikal bakalan manusia kekinian waktu ini.

Posisi Penemuan Homo Floresiensis Posisi penemuan fosil Homo Floresiensis di gua Lubang Bua di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh sebab itu, manusia purba ini kerapkali juga dikatakan Manusia Lubang Bua. Situs Lubang Bua berada seputar 15 km sisi utara Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, di Flores Barat. Menunjuk data dari Pusat Analisis Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), Kemdikbud, Lubang Bua adalah satu diantara situs gua yang berada di wilayah bukit-bukit karst di Manggarai. Nama Lubang Bua yang diberikan di web pada ketinggian 500-an mtr. di atas laut (mdpl) itu merasa dari bahasa Manggarai-Flores. Kata “Lubang” bermakna gua, sementara “Bua” mempunyai makna dingin . Sehingga, lubang bua ini mengandung arti gua yang dingin.

Posisi Penemuan Homo Floresiensis Posisi penemuan fosil Homo Floresiensis di gua Lubang Bua di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh sebab itu, manusia purba ini kerapkali juga dikatakan Manusia Lubang Bua. Situs Lubang Bua berada seputar 15 km sisi utara Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, di Flores Barat. Menunjuk data dari Pusat Analisis Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), Kemdikbud, Lubang Bua adalah satu diantara situs gua yang berada di wilayah bukit-bukit karst di Manggarai. Nama Lubang Bua yang diberikan di web pada ketinggian 500-an mtr. di atas laut (mdpl) itu merasa dari bahasa Manggarai-Flores. Kata “Lubang” bermakna gua, sementara “Bua” mempunyai makna dingin . Sehingga, lubang bua ini mengandung arti gua yang dingin.

Dari sisi morfologi, Lubang Bua benar-benar memiliki tanda-tanda yang membikin tempat itu patut jadi rumah manusia purba pada waktu prasejarah. Berdasar pada data Pusat Analisis Arkeologi Nasional, tanda-tanda itu tampak dari ukuran gua Lubang Bua yang dalam, lebar, sekalian punya atap tinggi. Lantai gua Lubang Bua pun luas serta relatif datar maka memungkinnya untuk jadi rumah dalam bentang waktu yang lama. Tambahan kembali, mulut gua Lubang Bua menghadap ke arah timur laut maka memungkinnya tempat itu teratur mendapat cahaya matahari serta punya rotasi udara yang bagus. Ke-2  situasi itu lengkapi kepantasan gua Lubang Bua jadi hunian Homo Floresiensis. Manusia purba penghuni gua Lubang Bua bahkan kemungkin tak usah jauh buat cari air. Dikarenakan, posisi Lubang Bua gak jauh dari saluran sungai. Ada 2 saluran kali yang bersisihan dengan gua itu, ialah Sungai Wae Racang serta Wae Mulu.

Spesies Baru Dalam Waktu Relatif Cepat

Seusai jalankan 10.000 replikasi, kami terperanjat mendapatkan kalau pada tempo kurang dari 350 angkatan, prosesnya tuntas. Berkata dari sisi tahun, dengan analisis seseorang wanita pertamanya kali melahirkan bayi di umur umumnya 15 tahun, yang bermakna seputar 10.000 tahun lalu.

Itu barangkali kelihatan lama buat Anda serta saya. Namun dari sudut pandang evolusi, itu yaitu kedipan mata – lebih dari pada seperseribu dari histori evolusi Homo.

Tentu kami tak mengharapkan kalau semuanya spesifikasi yang membikin Homo floresiensis seunik itu berkembang dalam waktu cepat serta berbarengan. Akan tetapi, replikasi kami masih tunjukkan, 300.000 tahun yaitu jam yang lebih dari pada cukup buat spesies manusia anyar buat tampil.

Tugas kami memberi dukungan inspirasi kalau evolusi yang cepat cukup rasional berdasar pada sekumpulan dasar ekologis yang sesuai kenyataan, serta kalau penyaringan alam barangkali adalah hal kuat yang mengubah ukuran badan personal di sejumlah pulau. Sekiranya Homo floresiensis sungguh-sungguh adalah produk dari hukum pulau, jadi dia tunjukkan – kembali – kalau kita manusia, condong menaati kesemuanya peraturan yang serupa yang memajukan evolusi buat banyak mamalia yang lain.

By Ponly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *